Thursday, January 17, 2013

Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan



Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (PKn) merupakan program pendidikan yang memiliki misi untuk mengembangkan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya dan keyakinan bangsa yang memungkinkan dapat diwujudkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat dan mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sebagaimana digariskan dalam kurikulum diknas yang juga merupakan penjelasan pasal 39 ayat (2) UU No. 2 Tahun merupakan usaha untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara.

Disamping itu pendidikan pancasila dan kewarganegaraan juga dimaksudkan membekali siswa dengan budi pekerti, pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara.

Tujuan pembelajaran PKn merupakan bentuk pendidikan sikap dan perilaku. Sikap pada dasarnya merupakan kecenderungan berbuat sedangkan perilaku adalah perbuatan nyata yang dicermati seperti berbicara dan tersimpul seperti berpikir. Dengan demikian nilai-nilai Pancasila benar-benar menjadi pola pikir, pola sikap dan tindak guru dan siswa. Pendidikan PKn SD mencerminkan suatu pendidikan nilai yang sistematis dan terpola sesuai Postulat value is neither tought not cought. It is learned.

Pada perkembangan nilai moral bila dikaitkan dengan teori belajar dibagi menjadi 3 ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Jadi ketiganya harus saling berinteraksi, pada pembelajaran PKn harus mengacu kepada pola pengajaran yang humanistis, kreatif dan inovatif. Dengan demikian seorang guru harus kreatif dan inovatif, serta harus mempunyai ciri-ciri inkuiri yaitu guru sebagai perencana pelaksana pengajaran sebagai fasilitator, sebagai administrator, selaku evaluator sebagai rewarder sebagai manajer, pengarah dan pemberi keputusan.

No comments:

Post a Comment

rate